Jumlah pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kota Makassar yang dipastikan tersingkir, terus bertambah. Meski ujian baru akan dilaksanakan pada 10 Desember mendatang, namun sudah ada 765 pelamar yang dinyatakan gagal lantaran tak memenuhi syarat.
Data yang disampaikan pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Makassar menyebutkan, ke-765 pelamar yang tidak bisa mengikuti ujian tersebut mayoritas adalah formasi Tenaga Teknis yakni 432 orang. Jumlah itu belum termasuk hasil verifikasi teknik elektro dan manajemen.
Untuk tenaga kesehatan, jumlah pelamar yang tak memenuhi syarat yakni 229 orang. Selebihnya 104 orang yang mendaftar di formasi kependidikan juga dipastikan sudah tersingkir lebih awal.
“Mereka tidak memenuhi syarat. Tapi itu masih data sementara sebab belum termasuk hasil verifikasi teknik elektro dan manajemen,” kata Kepala BKD Makassar, Sittiara di Balaikota, Senin, 22 November.
Khusus untuk formasi pengajar, ada 50 orang pendaftar PGSD dan 54 pendaftar dengan ijazah D2 yang dipastikan tersingkir sebelum ujian.
Pada formasi kesehatan sendiri, bidan paling banyak yang tak lolos verifikasi. Jumlahnya mencapai 113 orang. Setelah itu disusul perawat D3 yang jumlahnya 30 orang. Mereka tak bisa ikut ujian lantaran banyak hal. Termasuk ijazah dan perguruan tinggi yang tak memenuhi syarat akreditasi.
Pelamar dokter umum juga ada tiga orang yang tersingkir. Selebihnya untuk tenaga kesehatan masing-masing apoteker delapan orang, perawat (S1) dua orang, dan perawat Gigi (D3) enam orang.
Untuk formasi Tenaga Teknis, pelamar terbanyak gugur di formasi verifikator keuangan dengan jurusan D3 akuntansi. Jumlahnya 147 orang. Disusul penyuluh Perindag dengan jurusan ekonomi manajemen yang jumlahnya 101 orang.
“Untuk S1 Sospol jumlah yang tak memenuhi syarat sebanyak 43 orang. Selebihnya ada juga psikologi (S1) 12 orang, Kesehatan Masyarakat/Biostatistik (S1) 12 orang, Teknik industri (S1) 10 orang dan Teknik Sipil (D3) delapan orang,” kata Sittiara.
Menurut Sittiara, berdasarkan kiriman PT Pos Indonesia, jumlah pelamar yang mendaftar mencapai angka 6.800.
Sinjai Gandeng UI
Dari Sinjai dilaporkan, BKD setempat resmi menggunakan jasa Universitas Indonesia (UI) dalam pembuatan naskah CPNS 2010.
Soal besaran biaya yang harus disetorkan BKD untukkebutuhan pembuatan naskah tersebut, didasarkan pada jumlah pelamar yang dinyatakan berhak mengikuti ujian. Ini dengan estimasi Rp10 ribu per satu naskah ujian.
BKD Sinjai memprediksi pelamar akan berada pada kisaran 3.000 hingga 3.500 orang dari tiga formasi yang disiapkan. Dengan begitu, setidaknya BKD harus menyiapkan anggaran pembuatan naskah ujian sebesar Rp35 Juta.
Senin, 22 November merupakan hari pertama pendaftaran di Sinjai. Hingga malam tadi BKD setempat belum bisa memastikan jumlah pendaftar.
“Kami masih melakukan perhitungan. Apalagi, di hari pertama masih banyak pendaftar yang mencari informasi soal formasi. Jumlah pendaftar akan terus bertambah di hari-hari berikutnya,” jelas Ketua BKD Sinjai, Taufik.
Download Latihan Soal CPNS 2011
Download latihan Tes Potensi Akademik (10 Paket)
Download Latihan Soal Tes Skala Kematangan
Download Soal-soal SNMPTN 2010
Sementara itu, soal tertundanya jadwal pendaftaran di Sinjai, Kepala Sub Bagian Humas Pemkab Sinjai, Irwan Suaib menyatakan bahwa pihaknya menjamin tidak akan merugikan pelamar. Pasalnya pendaftaran tetap akan dibuka selama satu minggu penuh. Pihak BKD juga siap memberikan pelayanan maksimal. Dia juga memastikan jadwal ujian tidak akan ditunda, yakni bersamaan dengan daerah lain pada 10 Desember. “Kami berusaha tak akan merugikan pendaftar dengan kondisi ini,” jelasnya.